Ayah

Tuhan, terima kasih untuk kehidupan di awal tahun ini dengan begitu indah; begitu meriah pada keluarga kecil kami. Tuhan, terima kasih atas segala yang Engkau limpahkan kepada kami, tiada tempat untuk kami meminta selain kepadaMu. Tuhan, ajarkan kami untuk pandai mensyukuri rejekiMu, pertolonganMu, kemuliaanMu dan anugerahMu. " Tuhan menciptakan kamu, di dalamnya ada kekurangan pun kelebihan. Jadilah diri sendiri, itu jiwamu dan itu anugerahmu ". Tuhan, terima kasih telah Engkau hiasi Ayah kami dengan kesehatan yang baik. Tuhan, terima kasih untuk kesehatan yang Engkau berikan kepada Ayah kami sejak pagi hingga malam tiba dan sampai ke rumah.
Sosok lelaki yang paling aku banggakan, ialah Ayah. Dulu ketika kecil, aku sering tertidur di depan TV, dan dengan bahu Ayah, dia menggendong aku ke tempat tidur, Ayah juga rela terlambat dan menggadaikan waktu kerjanya hanya untuk menjemputku dan mengantarkan aku ke sekolah. Ayah juga memiliki perasaan, juga memiliki hati yang bisa terluka. Jagalah dengan tidak banyak meminta yang tak berguna. Terimah kasih ayah karna engkau aku bisa seperti ini, maaf kesalahan aku selama ini yang sudah melawan ketikau engkau beri nasihat sama aku. Terima kasih ayah, untuk cintamu dalam menyapa pagi dengan penuh semangat, penuh keyakinan dan penuh ketulusan. Terimakasih Ayah, atas sebuah kesabaran saat aku banyak meminta tapi memberi apa-apa. Cinta itu sederhana, seperti Ayah yang mengajari kita bagaimana menjadi pribadi yang disiplin; dan saling menghargai. Contohnya seperti tidak semua hal perlu kamu ceritakan kepada siapapun, tetapi ceritakan pada hatimu sendiri dan jangan pernah angkuh terhadap saudara, sahabat yang bernasib kurang baik. karena hidup ini berputar dan tiada siapa tahu. 
Tuhan, terima kasih atas hari ini. Kehidupan dimana aku masih di beri sempat untuk membahagiakan mereka keluargaku. Ayah, walaupun engkau mendidik kami tanpa kemanjaan, aku percaya semua itu hanya untuk aku belajar agar pandai hidup mandiri. Ya Allah, lindungi Ayah kami selalu kemana pun langkahnya pergi dalam mencari rejeki demi kami. Pesan Ayah yang paling sering aku ingat "Nanti, ketika kamu di beri rejeki sedikit, jangan lupa sedekah dan bersyukur padaNya". Satu lagi nasehat ayah, " Orang yang melemparkan kritik, hakikatnya adalah sebuah nasehat yang termahal agar bisa memperbaikin diri kamu dan membuat orang tua bahagia adalah jalan membuatmu lebih sangat bahagia dan juga bekerjalah demi keluargamu. Lebih mudah mencari kesalahan orang lain, daripada mencari kesalahan sendiri. Hindarkan dari sifat ini . Jagalah ucapan, saat hati kamu sedang tidak menentu. karena tiap perkataan mempunyai dampak yang besar. Karena kejujuran, akan mengajari kamu untuk mengenal diri sendiri dan akan lebih baik dari pada harus berpura-pura. Ikhlas dalam memberi, maka kamu akan dapat sebaliknya dengan lebih, pun tidak sekarang, pasti nanti.  
Ayah, pinjamkan aku hatimu sebentar, agar aku paham penatnya engkau dalam memenuhi apa yang aku pinta. Sanggupkah kita menjadi seperti Ayah, berhadapan dengan panas dan hujan dalam mencari rejeki saat kita berkeluarga nanti? Ya Allah, sadarkan kami untuk bersyukur atas pengorbanan Ayah selama ini. Terimakasih Ayah, untuk pengorbananmu yang tanpa lelah; dan waktu istirahatmu, engkau gunakan untuk bekerja demi kami. Dan ayah juga memiliki perasaan, juga memiliki hati yang bisa terluka. Jagalah dengan tidak banyak meminta yang tak berguna. Walaupun ayah jarang berbicara, tetapi dia mempunyai perasaan yang sewaktu-waktu bisa terluka  karena kita. Tegakah kita hanya karena suatu pinta yang tak mampu di tunai oleh Ayah hingga kita mencacinya? Astagfirullah. Saat Ayah menangis, saat itu pula hatinya perih; sedih karena luka dari segala luka. Sedih rasanya, saat Ayah menasihati tetapi hanya di acuhkan. Ayah, air matamu adalah kemarau tanpa hujan. Engkau hanya bisa mencurahkan di dalam diam.
Kalau sedang di dekat ayah, rasanya begitu tenang bebas dari ketakutan rasanya begitu damai. Dan di balik kesuksesan seorang anak, ada seorang Ayah yang tersenyum kecil dengan bangga. Terkadang, kalau ada uang lebih, Ayah sering menolak untuk aku berikan. Dia lebih memilih, uang tersebut untuk aku simpan. Dan, sering Ayah bilang "sudah simpan saja duitnya, buat tabunganmu" Inilah begitu hebat pengorbanan seorang ayah. Saat Ayah berkata “tidak” untuk menunaikan suatu permintaan, jangan berkecil hati, kelak kita akan memahaminya nanti.  Ayah memang tak memiliki ijazah tinggi, tetapi dia pintar dari hal-hal yang tak bisa di lakukan oleh anak-anaknya.
Ya Allah, di awal kehidupan tahun ini, ajarkan kami untuk pandai menghormati dan mensyukuri cinta Ayah yang terkadang kami sering abaikan. Saat Ayah kita telah menjadi sangat tua, janganlah sering memarahinya dan tak di beri apa-apa yang layak ia dapatkan, Ketika Ayah telah renta, janganlah membiarkan ia terlantar dan bertemankan hanya pada kesepian.  Jika ada niat membuat Ayah tersenyum, jangan di tunda, lakukan sekarang sebelum keadaan mendadak sepi. Saat kita kehilangan seorang Ayah, baru kita sadar, bahwa nasihat darinya begitu benar; begitu bermakna.Ya Allah, aku belum bisa memberi apa-apa untuk ayah. Hanya sebait doa saja yang bisa aku berikan " ampunilah segala dosa-dosanya"




0 komentar: (+add yours?)

Posting Komentar