Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Ayah

0 komentar

Tuhan, terima kasih untuk kehidupan di awal tahun ini dengan begitu indah; begitu meriah pada keluarga kecil kami. Tuhan, terima kasih atas segala yang Engkau limpahkan kepada kami, tiada tempat untuk kami meminta selain kepadaMu. Tuhan, ajarkan kami untuk pandai mensyukuri rejekiMu, pertolonganMu, kemuliaanMu dan anugerahMu. " Tuhan menciptakan kamu, di dalamnya ada kekurangan pun kelebihan. Jadilah diri sendiri, itu jiwamu dan itu anugerahmu ". Tuhan, terima kasih telah Engkau hiasi Ayah kami dengan kesehatan yang baik. Tuhan, terima kasih untuk kesehatan yang Engkau berikan kepada Ayah kami sejak pagi hingga malam tiba dan sampai ke rumah.
Sosok lelaki yang paling aku banggakan, ialah Ayah. Dulu ketika kecil, aku sering tertidur di depan TV, dan dengan bahu Ayah, dia menggendong aku ke tempat tidur, Ayah juga rela terlambat dan menggadaikan waktu kerjanya hanya untuk menjemputku dan mengantarkan aku ke sekolah. Ayah juga memiliki perasaan, juga memiliki hati yang bisa terluka. Jagalah dengan tidak banyak meminta yang tak berguna. Terimah kasih ayah karna engkau aku bisa seperti ini, maaf kesalahan aku selama ini yang sudah melawan ketikau engkau beri nasihat sama aku. Terima kasih ayah, untuk cintamu dalam menyapa pagi dengan penuh semangat, penuh keyakinan dan penuh ketulusan. Terimakasih Ayah, atas sebuah kesabaran saat aku banyak meminta tapi memberi apa-apa. Cinta itu sederhana, seperti Ayah yang mengajari kita bagaimana menjadi pribadi yang disiplin; dan saling menghargai. Contohnya seperti tidak semua hal perlu kamu ceritakan kepada siapapun, tetapi ceritakan pada hatimu sendiri dan jangan pernah angkuh terhadap saudara, sahabat yang bernasib kurang baik. karena hidup ini berputar dan tiada siapa tahu. 
Tuhan, terima kasih atas hari ini. Kehidupan dimana aku masih di beri sempat untuk membahagiakan mereka keluargaku. Ayah, walaupun engkau mendidik kami tanpa kemanjaan, aku percaya semua itu hanya untuk aku belajar agar pandai hidup mandiri. Ya Allah, lindungi Ayah kami selalu kemana pun langkahnya pergi dalam mencari rejeki demi kami. Pesan Ayah yang paling sering aku ingat "Nanti, ketika kamu di beri rejeki sedikit, jangan lupa sedekah dan bersyukur padaNya". Satu lagi nasehat ayah, " Orang yang melemparkan kritik, hakikatnya adalah sebuah nasehat yang termahal agar bisa memperbaikin diri kamu dan membuat orang tua bahagia adalah jalan membuatmu lebih sangat bahagia dan juga bekerjalah demi keluargamu. Lebih mudah mencari kesalahan orang lain, daripada mencari kesalahan sendiri. Hindarkan dari sifat ini . Jagalah ucapan, saat hati kamu sedang tidak menentu. karena tiap perkataan mempunyai dampak yang besar. Karena kejujuran, akan mengajari kamu untuk mengenal diri sendiri dan akan lebih baik dari pada harus berpura-pura. Ikhlas dalam memberi, maka kamu akan dapat sebaliknya dengan lebih, pun tidak sekarang, pasti nanti.  
Ayah, pinjamkan aku hatimu sebentar, agar aku paham penatnya engkau dalam memenuhi apa yang aku pinta. Sanggupkah kita menjadi seperti Ayah, berhadapan dengan panas dan hujan dalam mencari rejeki saat kita berkeluarga nanti? Ya Allah, sadarkan kami untuk bersyukur atas pengorbanan Ayah selama ini. Terimakasih Ayah, untuk pengorbananmu yang tanpa lelah; dan waktu istirahatmu, engkau gunakan untuk bekerja demi kami. Dan ayah juga memiliki perasaan, juga memiliki hati yang bisa terluka. Jagalah dengan tidak banyak meminta yang tak berguna. Walaupun ayah jarang berbicara, tetapi dia mempunyai perasaan yang sewaktu-waktu bisa terluka  karena kita. Tegakah kita hanya karena suatu pinta yang tak mampu di tunai oleh Ayah hingga kita mencacinya? Astagfirullah. Saat Ayah menangis, saat itu pula hatinya perih; sedih karena luka dari segala luka. Sedih rasanya, saat Ayah menasihati tetapi hanya di acuhkan. Ayah, air matamu adalah kemarau tanpa hujan. Engkau hanya bisa mencurahkan di dalam diam.
Kalau sedang di dekat ayah, rasanya begitu tenang bebas dari ketakutan rasanya begitu damai. Dan di balik kesuksesan seorang anak, ada seorang Ayah yang tersenyum kecil dengan bangga. Terkadang, kalau ada uang lebih, Ayah sering menolak untuk aku berikan. Dia lebih memilih, uang tersebut untuk aku simpan. Dan, sering Ayah bilang "sudah simpan saja duitnya, buat tabunganmu" Inilah begitu hebat pengorbanan seorang ayah. Saat Ayah berkata “tidak” untuk menunaikan suatu permintaan, jangan berkecil hati, kelak kita akan memahaminya nanti.  Ayah memang tak memiliki ijazah tinggi, tetapi dia pintar dari hal-hal yang tak bisa di lakukan oleh anak-anaknya.
Ya Allah, di awal kehidupan tahun ini, ajarkan kami untuk pandai menghormati dan mensyukuri cinta Ayah yang terkadang kami sering abaikan. Saat Ayah kita telah menjadi sangat tua, janganlah sering memarahinya dan tak di beri apa-apa yang layak ia dapatkan, Ketika Ayah telah renta, janganlah membiarkan ia terlantar dan bertemankan hanya pada kesepian.  Jika ada niat membuat Ayah tersenyum, jangan di tunda, lakukan sekarang sebelum keadaan mendadak sepi. Saat kita kehilangan seorang Ayah, baru kita sadar, bahwa nasihat darinya begitu benar; begitu bermakna.Ya Allah, aku belum bisa memberi apa-apa untuk ayah. Hanya sebait doa saja yang bisa aku berikan " ampunilah segala dosa-dosanya"




banjir

0 komentar

Cuaca pada siang ini tidak bersahabat, hujan begitu deras disertai angin begitu kencang. Petir menyambar kesana kemari tanpa memilih mana yang mau dia samber. Asbes dan genteng pada beterbangan dibawa angin yang begitu kencang. Walau hanya sebentar, hujan pada hari ini begitu dahsyat. sampai-sampai di sebuah gubuk juga ikut jadi korban kedahsyatan hujan dan angin itu. Gara-gara angin yang begitu kencang yang membuat tanaman yang ada diatas genteng gubu itu pada rubuh, sehingga menutupi talang air yang mengakibat gubuk itu bocor. 
Ibu : " waduh bocor ", ayah rumah bocor....!!!
Ayah : iyeee...tar coba ayah liat ke atas dulu, jangan-jangan pot tanaman pada jatuh lagi...!!! 
ayah : ibu...bantuin ayah ngangkut tv dulu, biar ga rusak...
ibu : iyeee...
Lalu bergegaslah si ibu membantu ayah memindahkan tv ke dalam kamar yang tidak kebocoran. Kemudian setelah itu ayah menuju loteng gubuk untuk membersihan talang air yang mampet gara-gara pot tanaman yang pada jatuh. Sedangkan di dalam rumah ibu dan anak-anaknya membersihkan air yang sudah masuk ke dalam rumah.
ibu : " kakak, bantuin ibu di depan..."
kaka : iyeee ibu...
Bukan di dalam saja yang banjir, ternyata di depan juga sudah banjir. Pas di periksa ternyata ada got tetangga yang tersumbat oleh sampah plastik, kemudian sampah-sampah itu diangkut dari got dan air mulai mengalir lagi.
ibu : " kakak, ambil kain di belakang buat nguras air...!!!
kakak : iyeee...
kakak : adik, bangun....bantuin lagi banjir juga masih tidur juga...!!!
Dengan rasa masih mengantuk, akhirnya si adik bangun juga. Si kakak menguras air di depan agar tidak masuk ke dalam rumah sedangkan si ibu membereskan buku-buku yang ketetesan air hujan dan membersihkan air yang berada di dalam rumah.
adik : " kakak...kamar kakak banjir juga tuh
kakak : " adik...ambil lap sama ember
adik : " iyeee...
Lalu si kakak bergegas menuju kamar untuk membersih air yang sudak masuk. Dengan dibantu oleh adiknya mereka pun membersihkan kamar si kakak. dan tidak lama pun hujan sudah mulai reda. Tetapi mereka pun masih sibuk membersihkan seisi rumah.
Banyak dari kita yang tidak sadar lingkungan, coba bayangkan klo satu orang saja buang sampah satu, berapa ribu sampah yang akan menumpuk Akibat perbuatan kita sendiri tetapi bisa merugikan orang lain, yaitu membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya dan sampah-sampah akan menumpuk di satu tempat yang bisa mengakibatkan banjir. Marilah kita tingakatkan kesadaran lingkungan terutama dalam membuang sampah pada tempatnya. Mulailah dari diri kita sendiri, keluarga kemudian barulah di lingkungan kita. Lingkungan bersih hidup kita pun akan sehat, jauh dari penyakit.

Apes

1 komentar

Ada dua orang sahabat yg satu bernama udin dan satu lagi amir. Hampir setiap malam mereka selalu begadang. Padahal mereka berdua begadang hanya ngobrol biasa aja, atau mungkin mereka tidak biasa tidur sore. Atau mereka selalu tidur larut malam. Pas ketika ada acara 17an di wilayah mereka, mereka pun selalu hadir untuk membantu atau meramaikan acara tersebut. Acara 17an di wilayah mereka ramai sekali. Dari mulai perlombaan, pertandingan hingga hiburan malam. dan tidak terasa malam pun makin larut, satu persatu orang pun pulang ke rumahnya masing-masing. Akhirnya mereka pun tinggal berempat, udin, amir, joko dan umar. Padahal pada saat itu waktu sudah menunjukan jam 02.30 pagi tetapi mereka pun belum beranjak pulang.  Tepat pada jam 03.30 pagi mereka pun mulai membereskan semua peralatan yang sudah selesai dipakai untuk acara 17an. Setelah yakin semuanya sudah beres dan tidak ada barang yang tertinggal lagi, maka mereka pun pulang kerumahnya masing.
Pada pagi harinya jam 06.00 pagi si udin pun dibangunkan oleh ayahnya, Lalu ayahnya berkata " Din kamu semalam sampai jam berapa ". Dengan mata masih mengantuk si udin menjawab " sampai jam 04.00 pagi, mangnya ada apa....????
Bukannya gitu, sepeda tetangga sebelah rumah hilang semalam, kata ayah udin. Aaaahhhh....Sambil terperangah dan tidak percaya. Yang bener, sepedanya hilangnya jam berapa...??? padahalkan kita semua pulang jam 04.00 pagi, kata si udin. Akhirnya si udin pun beranjak dari tempat tidurnya. Tanpa cuci muka si udin ngegloyor keluar rumah menuju rumah tetangganya yang kehilangan sepeda. Sesampainya dia di sana, si udin bertanya " Mang hilangnya jam berapa pak...?? sebab saya sendiri sama teman-teman cuma sampai jam 04.00 pagi dan setelah itu ga tau lagi, kata si udin. Ohh...begitu, kata si bapak yang kehilangan sepeda. Bapak kira kalian sampai shubuh, jadi kalian cuma sampai jam 04.00 doank. Ya sudahlah, mungkin ini peringatan untuk saya, kata si bapak dengan bijaknya.Akhirnya si udin pulang ke rumah, sesampainya di rumah si udin pun pagi dan melakukan aktifitas seperti biasa.
Pas malam harinya si udin pun bertemu sama si amir, lalu si udin bertanya " Mir, loe tau ga....sepeda anaknya pak joko hilang semalam ". Iye gw udeh tau, kata si amir. Dasar sial, kita lagi apes kali ya. Sudah begadang sampai pagi, tapi kita masih bisa kecolongan juga ya...kata si amir. Mang dasar maling....lebih pinter, tau aje die selahnya, kata si udin.
   

Balada si Ujang

0 komentar

Hari ini matahari begitu terik sehingga si ujang begitu enggan melangkahkan kakinya menuju tempat kerjanya. Tapi karena sudah tugasnya maka siang itu dengan terpaksa dia melangkahkan kakinya juga. Sesampainya di tempat kerja dia melaksanakan tugasnya seperti biasa. Tidak terasa matahari sudah hampir lenyap dari peredaranya, dan berganti dengan malam. Waktunya si ujang istirahat dan menunaikan ibadah sholat magrib. Waktu begitu terasa cepat berjalan dan tidak terasa jam sudah menunjukan jam 12.00 malem dan saatnya die pulang.
Pulanglah si ujang dengan sepeda kesayangannya, tetapi di saat di tengah jalan ketika si ujang ingin menyeberang jalan, dia melihat kebelakang ada sebuah mobil sedan sedang melaju dengan kencangnya. hampir-hampir menyerempet si ujang dan si ujang berteriak " Monyet " kepada si pengendara mobil itu. Entah kenapa mendadak mobil sedan itu berhenti di depan. Ketika si ujang sudah dekat dengan mobil sedan itu, si punya mobil turun dan menegor si ujang. Lalu si punya mobil itu bertanya " Ngomong apa loe tadi " dengan cueknya si ujang menjawab " mang ngomong ape ". Dengan ngototnya si punya mobil bertanya lagi dengan nada lebih keras " tadi loe ngomong ape ". Lalu si ujang menjawab " Loe yang salah kenapa malah loe yang ngotot, seharusnya loe mikir " Dengan nada kesal si punya mobil berbicara " ngapain juga gue mikir, loe yang harusnya mikir".  Kemudian si Ujang menjawab " ga salah nih, gw dengernya ", lalu dengan garangnya si pengemudi ngomong " sekarang mau loe ape " . Lalu keluarlah seorang wanita dari dalam mobil sedan itu dan wanita itu berkata " udah deh masalah kaya gini aja jadi panjang ". Ternyata ci wanita itu adalah pacarnya si punya mobil itu. Si ujang menjawab " sory gw ga suka kekerasan, gw cinta damai " lalu si punya mobil menjawab " berarti loe takut donk " si ujang menjawab lagi " bukannya gw takut sama loe, tapi klo loe jual gw beli " dan bilang tuh sama cowo loe  klo bawa mobil yang bener " kata si ujang dan inget satu lagi gw sudah catat no seri sama merek mobil loe, jadi klo ada apa-apa, gw tinggal ngelapor saja ke kantor polisi. Lalu si punya mobil itu dengan ngototnya berbicara " jadi loe ngancem gw ". " gw bukannya ngacem loe, tapi gw cuma mau ngingetin aja sama loe " kata si ujang. Klo nyetir mobil yang bener, jangan suka ugal-ugalan, coba klo loe tadi nabrak gw. mau loe tanggung jawab, ga mungkinkan, yang ada juga loe habis nabrak juga pasti kabur. Lalu si wanita itu berkata " ya udeh deh, ga usah di perpanjang lagi", sory ya mas maafin cowo gw, die mah orangnya suka tempramental " sambil narik tangan cowonya masuk ke dalem mobil. sekali lagi saya minta minta maaf ya mas kata si cewe. Lalu si cowo berkata " tar loe ya " sambil mengacungkan jarinya. Lalu tidak lama, jalanlah mobil sedan itu. Dan si ujang pun mulai mengayuh sepeda bututnya, sambil berbicara dalam hati " ternyata jaman sekarang banyak cowo yg takut sama pasangannya". Masih pacaran aja sudah kaya gitu gimana nanti klo sudah rumah tangga yaaaa....